5 Langkah Mengelola Stres Orang Tua, Pasca Berburu Sekolah
Kanal-Kesehatan– Liburan sekolah tahun ini sudah berakhir, pelajar kembali bersekolah Senin (13/7) dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bagi orang tua dan anak yang tahun ini melanjutkan ke jenjang sekolah lanjutan, baik itu melanjutkan ke Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), atau Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, baru saja melewati proses seleksi masuk sekolah negeri yang lumayan menyita pikiran, waktu, dan tenaga.
Belum lagi saat menunggu hasil pengumuman online, banyak orang tua yang mengaku menjadi tidak tenang dan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Seperti Ibu Asih (40 tahun) yang mendampingin anaknya masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Ada salah satu proses online yang terlewati, membuat anaknya yang sudah diterima di SMK Negeri, harus terkendala karena kurang paham dan tidak melakukan konfirmasi online. Kesalahan itu menyebabkan anaknya tertunda masuk ke sekolah tersebut, ”Aduh saya sudah pusing banget, saya gak tau harus klik tombol menerima di websitenya, yang saya tau udah diterima di sekolah itu ya udah, gak cek online lagi” ujar ibu penyintas Tekanan Darah Tinggi dengan wajah pucat pasi.
Ibu Asih adalah satu dari sekian banyak ibu-ibu yang baru saja selesai “Berjuang” agar anaknya dapat masuk ke sekolah negeri. Kini segala macam kepanikan, ketidaktahuan, kurang paham itu sudah berbuah manis. Anak-anak juga sudah dapat tersenyum dan akan segera mengikuti kegiatan sekolah dengan semangat.
Efek Stres Pada Kesehatan Mental
Terbayangkan beberapa minggu lalu, saat pendaftaran online baru saja dibuka, semua orang tua berlomba-lomba mendaftar, dengan kemampuan apa adanya, mengunggah berkas ke website, jika dihubungi pihak sekolah karena ada yang salah unggah, maka harus diurus Kembali, mengatur strategi, memilih sekolah mana dan melewati jalur pendaftaran apa? Itu semua adalah fase yang cukup menegangkan.
Jadi tak heran, jika Ibu Asih mendapati tekanan darah nya melonjak, ibu lain yang dikabarkan asam lambung nya naik karena panik. Semua menjadi efek dari ketegangan. Sebab ketegangan atau stress memang dapat mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan fisik damaupun kesehatan mental.
Mengelola stres adalah cara manjur untuk dapat tetap menjaga kesehatan. Berikut Tips Mengelola Stres ang perlu di praktikkan.
- Pisahkan Masalah dengan Diri
Maksudnya, memisahkan masalah dari diri kita. Dari pada menyebut diri kita “Panikan” lebih baik memisahkan kata panik itu dari diri kita. Caranya dengan menguraikan, kenapa bisa panik, apa yang memicu panik dan bagaimana mengatasi panik ketika datang. Cara ini efektif untuk memetakan emosi dan dapat melihat juga masalah dengan lebih objektif dari luar diri kita, sehingga lebih mudah diidentifikasi. - Pemecahan Masalah
Setelah eksternalisasi masalah dan ketemu masalahnya, mulailah fokus memecahkan masalah yang ada. Sadari, mana yang bisa dikontrol dan yang tidak bisa kita kontrol. Bikin coret-coretan saja di kertas, nikmati proses saat mencari solusi dengan langkah-langkah kecil yang mudah dilakukan. Sadari, Di sini Kini seperti yang digaungkan Mas Adji Santoso Putro, seorang praktisi kesehatan mental yang populer di tanah air. - Manajemen Respons
Pada penelitian kualitatif, dikatakan bahwa perasaan adalah data yang valid. Jika tidak bisa mengubah situasi, kita masih bisa mengubah cara meresponsnya. Misalnya, praktik langsung Teknik mindfulness atau Teknik kesadaran penuh, untuk menjeda pikiran yang berisik. Relaksasi, atur nafas dan penting untuk menerima emosi negatif. Seru lho mempraktikkan relaksasi, meditasi dan jurnaling. Itu adalah respons paling super saat kita tidak bisa mengubah sesuatu. Bener-bener melegakan. - Mencari Perspektif Lain
Nah kalau merasa masih kurang maksimal, menemui psikolog adalah pilihan tepat untuk mendapat pandangan lain tentang kondisi kita. Guna mendapatkan sudut pandang lain. Pastinya juga sangat berguna bagi identifikasi kondisi keparahan stress yang diderita. - Jalan-Jalan
Mengapa jalan-jalan masuk dalam salah satu tips yang menarik? Setidaknya ada lima manfaat berwisata/jalan-jalan/shafar menurut ulama besar Imam Syafi’i, yaitu, Menghilangkan kesedihan (tafariju hammin), mendapatkan penghasilan/rezeki (iktisabul ma’isyah), memperoleh ilmu (ilmun), memperluas wawasan dan tata krama (adab), serta bergaul dengan orang-orang mulia/sahabat sejati (shuhbatu majid)
Wisata Kota Tua
Beraneka liburan atau jalan-jalan dapat kita pilih sesuai kemampuan “In this economies” memang memilih jalan-jalan yang cerdas juga salah satu skill yang dibutuhkan. Bagi warga Jakarta dan daerah penyangga lainnya. Berwisata ke Kota Tua adalah pilihan sederhana yang cukup mengasyikkan.

Humanoid alias patung manusia masih menjadi spot foto yang ramai peminat di Kota Tua Jakarta.
Kota tua mudah diakses dengan transportasi umum dengan biaya terjangkau dan bisa dibilang murah. Beragam hiburan di Taman Fatahillah bisa kita jajal, salah satunya berfoto bareng Humanoid alias manusia patung.
Sekadar duduk di lapangan, berfoto dengan turis, bermain sepeda ontel atau bahkan menikmati live musik. Seru dan merelaksasikan pikiran. Apalagi datang ke sana saat sore menjelang senja, suasana sore yang teduh lumayan memberikan energi yang membahagiakan.
Beragam jajanan bisa dibeli di sekitar Taman Fatahillah, mulai dari kaki lima hingga restoran. Boleh juga membawa bekal dari rumah, makan bersama di lapangan. Asal tetap menjaga kebersihan.
Oia, untuk berfoto dengan humanoid pengunjung dikenakan biaya seikhlasnya ya, tapi kalau naik sepeda ontel, dikenakan biaya 25 ribu per tiga puluh menit.
Selain Kota Tua, wisata yang gratis adalah naik bus tingkat keliling Kota Jakarta. Namanya Bus Wisata Jakarta atau Bus Jakarta Explorer berada dibeberapa titik salah satunya Halte IRTI Monas. Melayani empat rute, yakni
- Rute Bus Wisata 1 (BW 1) Sejarah Jakarta
- Rute Bus Wisata 2 (BW 2) Monas Explorer
- Rute Bus Wisata 4 (BW 4) Pencakar Langit (Jakarta Skyscraper)
- Rute Bus Wisata 9 (BW 9) Kota Tua-PIK
Info terkait bus wisata gratis ini dapat dilihat diwebsite resmi Transjakarta.
Berkeliling Naik Bus Atap Terbuka
Meski sama-sama keliling Jakarta, layanan Trans Jakarta lainnya adalah “Open Top Tour” dari namanya saja sudah tersirat ya, kalau bus ini akan membawa penumpang berkeliling Kota Jakarta pakai bus tingkat yang atapnya terbuka. Seru banget kan. Wisata modern yang satu ini memang berbayar. Membeli tiketnya di Aplikasi TransJakarta yang dibandrol 75 ribu per orang untuk menikmati Kota Jakarta dari sudut yang berbeda. Biaya tersebut sudah termasuk pemandu wisata yang ceritanya bisa kita dengar melalui head phone yang dipinjamkan.

Foto-foto : @opentoptour
Ada empat rute yang bisa dipilih, yakni Jakarta Heritage, Jakarta Batavia, Jakarta Skyline, dan Jakarta Seaside. Setiap rute menawarkan keunikan dan kemegahannya tersendiri. Jadwal dan rutenya dapat dipilih saat membeli tiket di aplikasi. Tips nya beli tiket sekitaran jam 12 malam, soalnya sering kali tiket habis duluan. Tiket biasanya dibooking untuk jadwal 7 hari sebelum keberangkatan, jadi jarang bisa dipesan dadakan. Ya meski tetap dapat membeli langsung diloket, tapi mengharuskan membeli salah satu cendera mata khas Open Top Tour terlebih dulu.
Menjajal rute Jakarta Heritage lumayan seru juga, pemandu wisata yang ramah membantu penumoang mendapatkan lebih banyak lagi wawasan tentang Jakarta. Rute ini mulai berjalan dan kembali lagi di Pos Bloc, Pasar Baru.
Lima menit sebelum berangkat, penumpang mendapat arahan dari pemandu wisata, di tempat duduk kayu berudak semacam lounge bagi penumpang Open Top Tour. Pemandu wisata akan mengingatkan untuk tidak berlari menuju bus, wajib menggunakan head phone, sampai menginfokan titik di mana penumpang harus menunduk karena melewati bawah jembatan. Penumpang juga diperbolehkan membawa makanan dan minuman, asal tetap menjaga kebersihan bus.

Foto : @posblocjkt
Beberapa spot foto menarik jangan sampai terlewatkan. Seperti di depan pos bloc, ruang dalam pos bloc, tempat duduk berundak samping loket untuk pengarahan penumpang sebelum naik ke bus. Selama perjalanan, penumpang dapat mengambil foto atau video tempat-tempat yang dilewati. Ada juga kesempatan foto di Monas, karena bus akan berhenti. Tapi tidak untuk turun dari bus. Foto bersama Monasnya dari atas bus saja ya. Setelah tiba kembali di Pos Bloc jangan lupa foto bersama bus tingkatnya juga.

Rangka langit-langit Gedung Filateli Jakarta terekspos indah dan unik.
Gedung Filateli Jakarta atau kini dikenal dengan Pos Bloc adalah bangunan peninggalan kolnial Belanda. Gedung ini merupakan Kantor Pos Pertama di Batavia. Bangunan ini memiliki ciri khas arsitektur art deco yang unik. Bangunan ini dirancang dengan atap melengkung serta ruangan panjang yang menyerupai peron stasiun kereta, rangka langit-langitnya terekspos indah dan unik, dilengkapi dengan sistem ventilasi dan pencahayaan yang alami, hingga nyaman tanpa pendingin udara sekalipun.
Perjalanan seru ini, berdurasi sekitar 45 menit, namun demikian perjalannya cukup berkesan, perpaduan visual dan penjelasan pemandu wisatanya sangat menyatu dan mengesankan.
Penat hilang, pengalaman baru juga didapat. Jangan lupa mempersiapkan kesehatan saat ingin “healing” cari info sebanyak-banyaknya tentang tempat wisata yang ingin dikunjungi. Selebihnya nikmati dengan penuh syukur.
Kata jargon legendaris “Mens sana in corpore sano” Di dalam Jiwa yang sehat terdapat Tubuh yang kuat. Jadi sehat jiwanya, sehat juga badannya.
Mengutip quote dari Najwa Shihab, “Ketika keluarga menjadi ruang aman untuk saling memahami, saat itulah Kesehatan jiwa tumbuh dengan baik,” maka kerjasama orang tua menjadi sangat dibutuhkan.
Selamat masuk sekolah dan selamat mendampingi putra-putrinya bersekolah.
-dasuciana





