Idul Adha Sehat: “Hindari 4 Risiko Penyakit dari Konsumsi Daging Berlebih”
Kanal-kesehatan.com – MUNCULNYA berbagai penyakit akibat mengkonsumsi makanan berlebihan menjadi semacam siklus berulang. Fenomena ini menarik perhatian Dr Gia Pratama Putra, yang merasa pasiennya menurun saat puasa dan naik kembali setelahnya, “Itu ajaib bener ya, kadang aku mikir, apa semua sumber masalah atau penyakit itu berasal dari makanan? Betapa berpengaruhnya apapun yang kita masukkan ke dalam mulut ini,” ujar dokter umum yang dikenal juga sebagai penulis itu.
Peningkatan kolesterol LDL, Hipertensi, Asam Urat, dan Gangguan Pencernaan kerap terjadi ketika seseorang tidak mampu mengontrol makanan yang dikonsumsi setelah Idul Adha. Mengkonsumsi daging kurban berlebih mengakibatkan seseorang memiliki gangguan kesehatan.
Faktor lain seperti salah cara mengolah daging dan cara mengkonsumsi daging yang salah juga dapat mengganggu kesehatan. Padahal daging merah itu kaya akan protein, zat besi, dan vitamin B12, yang dibutuhkan tubuh.
Perintah Berkurban
Saat merayakan Idul Adha yang perlu ditingkatkan adalah ketaqwaan, bukan meningkatkan kadar kolesterol atau bahkan tekanan darah. Secara hukum, berkurban merupakan sunnah muakkad yaitu sunnah yang sangat dianjurkan atau ditekankan untuk dilaksanakan bagi umat Muslim yang mampu. Dalil perintah untuk melaksanakan kurban terdapat dalam Al-Quran. Salah satunya terdapat dalam surah Al-Kautsar ayat 3 berikut ini, “Dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Secara hukum, berkurban.
Perintah tersebut mengandung banyak makna dibaliknya, seperti meningkatkan ketaqwaan yang dikisahkan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang rendah hati dan dikenal taat. Keteladanan Nabi Ibrahim Alahissalam tersebut menjadi contoh nyata, kecintaan kepada Sang Pencipta.

Suasana pembagian daging kurban di Masjid Al Hikmah Kompleks Angkatan Laut Pondok Gede, Bekasi.
Kambing Hitam
Sifat manusia yang sering kali berlebihan terhadap sesuatu hal, membuat seolah-olah Idul Adha lah yang menjadikan seseorang memiliki banyak penyakit. Padahal berlebihan mengkonsumsi daging kurban adalah penyebabnya. Maka jangan menjadikan kesempatan mengkonsumsi daging kurban sebagai kambing hitam.
Upaya lebih baik adalah mengatur pola makan dan menjaga aturan konsumsi makanan yang tetap membuat sehat. Dalam Al Quran juga diperintahkan untuk tidak makan berlebihan, yakni dalam Quran Surat Al-A’raf Ayat 31 Allah SWT berfirman: “…Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
Aturan Mengonsusi Daging Kurban
Tidak berlebihan menjadi kata kunci yang paling ajaib dalam banyak hal. Termasuk menyikapi makanan yang kita konsumsi. Menyukai makan tertentu adalah suatu hal yang wajar, namun menjadi tidak wajar ketika berlebihan mengkonsumsi makanan yang kita sukai tersebut.
Makan makanan yang itu-itu saja menyebabkan tidak terjadi variasi makanan yang dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin yang diserap menjadi tidak seimbang. Kemenkes RI telah memberi pedoman Isi Piringku yang menjadi acuan kebutuhan sehari-hari.
Pada saat Idul Adha, ketika seseorang menerima daging kurban baik Sapi, Kambing, atau Domba, konsumsi yang benar dimulai dari teknik penyimpanan yang tepat, pengolahan yang sehat, dan porsi yang terkontrol untuk menjaga kesehatan tubuh.
Baik itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), dan American Institute for Cancer Research (AICR) sama-sama memberikan anjuran porsi untuk membatasi konsumsi daging merah. Yakni maksimal 50-70 gram per hari (atau 350-500 gram per minggu)
Tips Menyimpan dan Mengolah Daging
Biasanya saat Idul Adha, stok daging jadi lebih banyak dari biasanya, berikut tips penyimpanan agar awet dan dapat digunakan untuk beberapa kali masak.
- Jangan Mencuci Daging. Alih-alih ingin membuat daging bersih, mencuci dengan air adalah cara yang kurang tepat, sebab air adalah media bagi bakteri untuk berkembang biak. Kapan harus mencuci daging? Cucilah daging hanya ketika ingin langsung dimasak.
- Potong Sesuai Porsi. Menyimpan daging dalam ukuran porsi masak adalah tindakan paling cerdas. Pisahkan sesuai kebutuhan saja, ambil porsi tersebut ketika ingin dimasak.
- Simpan Daging dengan Benar. Pakai wadah yang kedap udara, jika punya alat vakum di rumah, lebih bagus lagi. Ingat, simpan di Chiller selama kurang lebih 8 jam sebelum masuk ke dalam freezer dengan suhu stabil di bawah 18 derajat celcius. Penyimpanan dalam freezer seperti itu dapat bertahan hingga setahun lebih.
- Masak Daging Matang Sempurna. Umumnya, daging kurban diberikan dalam berbagai ukuran dan bagian daging. Tidak semua berupa daging utuh, bahkan terkadang tulang juga diikutsertakan untuk dibagikan, sehingga memasak beragam bagian daging dengan matang menjadi cara mengolah dengan baik. Berbeda dengan daging Steak yang umumnya berupa potongan utuh yang aman dikonsumsi mentah atau setengah matang. Bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella konon hanya berada di permukaan luar daging, sehingga membakar permukaan luar daging dengan suhu tinggi sudah cukup membunuh bakteri yang menjadi kontaminan tersebut.
Seimbangkan Asupan
Minum air putih yang cukup adalah tips baik setelah makan daging, sebab air putih mampu melancarkan pencernaan selain memperbanyak asupan sayur dan buah. Jangan biarkan diri seharian makan daging tanpa pendamping tersebut.
Berikut cara mencegah penyakit yang sering timbul akibat konsumsi daging merah secara berlebihan.
- Hipertensi
Pernah ada kejadian, karena merasa sayang jika tidak menghabiskan daging kurban yang sudah dimasak, seorang ibu berusia (42 tahun) dengan riwayat darah tinggi harus kehilangan nyawa. Ya sesederhana itu penyebabnya, karena merasa sayang jika tidak dihabiskan, maka tidak sadar sudah banyak makan daging terus menerus. Lupa pada kondisi Hipertensi yang seyogyanya mengurangi garam pada masakan, sebab perpaduan lemak jenuh dengan garam pada masakan daging berisiko memicu lonjakan tensi. (Klik artikel terkait hipertensi) - Kolesterol
Jika tidak ingin leher kaku pertanda kadar kolesterol tinggi, hindari mengonsumsi jeroan, otak, dan lemak putih (gajih) juga tetelan. Pilih konsumsi potongan daging tanpa lemak. Mengolahnya juga jangan asal matang, cari resep dengan menggunakan teknik masak direbus atau dibakar. Hindari mengolah daging dengan cara digoreng. - Gangguan Pencernaan
Sistem pencernaan merespons banyaknya protein hewani yang berlebihan melalui gangguan pencernaan. Dapat berupa Diare atau bahkan Sembelit. Makan juga Buah dan Sayur dan makanan tinggi serat lainnya, untuk melancarkan buang air besar. - Asam Urat
Badan nyeri dan pegal efek berhari-hari makan daging bukan mitos belaka, kadar purin yang terdapat dalam daging merah membuat kerja ginjal menjadi ekstra. Imbangi dengan minum air putih yang cukup.
Bijak dalam memilih variasi makanan adalah bentuk rasa sayang pada diri sendiri. Mulai mengatur pola makan yang baik dan sehat. Makan sewajarnya dan secukupnya merupakan cara mencegah hadirnya penyakit.

Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, 27 Mei 2026.
Semoga semangat pengorbanan, keikhlasan, ketakwaan, dan kepasrahan Nabi Ibrahim Alaihissalam senantiasa menginspirasi serta membawa keberkahan dalam hidup kita. Aamiin Yaa Robbal Alaamiin.
Dasuciana
Sumber





