“Mengenal Penyakit Usus Buntu: Bukan Cuma Penyebab Sakit Perut”
Kanal-kesehatan.com – NYERI pada perut bisa menandakan berbagai kondisi. Salah satunya peradangan pada usus buntu.
Kenali gejala, penyebab dan pengobatannya, agar tetap waspada pada kondisi tersebut.
Seorang Ibu berusia 30 tahun mengeluh sering merasakan perutnya yang melilit, kebanyakan orang awam akan menyangka ibu tersebut mengalami sakit maag/dispepsia, gastristis, kembung, atau sedang kram haid saja.
Padahal tidak semua nyeri pada bagian perut berujung pada diagnosa penyakit maag. Jangan abai, segera konsultasikan pada dokter.
Proses USG (Ultrasonografi) atau Bahkan CT Scan (Computerized Tomography Scan) harus dijalani untuk mendeteksi kondisi perut pasien, agar dapat gambaran jelas dan akurat tentang kondisi nyeri perut tersebut.
Usus buntu yang imut ini sering disebut umbai cacing, merupakan gudangnya bakteri baik. Sebab dalam bentuknya yang kecil dan imut itu Maha Pencipta menitipkan tugas sebagai salah satu penjaga imun tubuh, didalamnya terdapat jaringan limfoid yang memproduksi antibodi dan membantu pematangan sel darah putih. Usus buntu tersebut juga menjadi tempat atau gudang perlindungan bakteri baik di usus. Misalnya saat diare, usus buntu akan bertugas melepaskan kembali bakteri baik tersebut untuk menyeimbangkan ekosistem usus.

Hanya terkadang tugasnya yang istimewa tersebut harus terhenti karena peradangan yang membuatnya harus diangkat dari tubuh. Tapi jangan khawatir, tugas tersebut dapat difungsikan dari organ lain atau dengan bantuan obat-obatan jika sangat diperlukan.
Penyebab Usus Buntu
Usus buntu atau apendiks merupakan organ kecil yang menempel pada usus besar berada di bagian perut bawah bagian kanan. Posisi apendiks tepat melekat pada usus besar dan menjuntai atau menggantung panjangnya sekitar 5–10 cm. Usus buntu tersebut rentan peradangan akibat penyumbatan, atau apendisitis. Bakteri yang terperangkap dalam sumbatan tersebutlah yang membuat kondisi apendiks membengkak bahkan sampai bernanah.
Informasi yang berkebang di masyarakat menyatakan, bahwa penyakit usus buntu disebabkan oleh biji bijian seperti biji cabai yang terjebak atau terperangkap di apendiks dan membusuk, padahal informasi tersebut tidak pasti.
Berikut beberapa faktor dapat menyebabkan radang usus buntu, yaitu:
- Tumpukan fases atau tinja yang mengeras menjadi sebab peradangan pada rongga pintu usus buntu.
- Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu, nomalnya berukuran kurang dari 6 mm.
- Pertumbuhan parasit di pencernaan seperti perkembangbiakan cacing kremi dalam usus.
- Tumor pada bagian perut juga dapat menjadi pendukung kondisi peradangan usus buntu.
Gejala Penyakit Usus Buntu
- Gejala utama adalah nyeri perut.
- Nyeri pada bagian ulu hati yang hilang timbul
- Nyeri pada bagian perut kanan bawah
- Umumnya nyeri semakin hebat jika berjalan, ketika bersin, atau batuk.
- Mual muntah
- Lemah tidak nafsu makan
- Sembelit tidak bisa buang air besar berhari-hari
- Bahkan didapati juga kondisi yang justeru diare
- Gejala membaik kalau sudah berhasil buang air besar atau buang gas/angin.
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan kondisi sakit ke dokter. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan termasuk tes fisik yang fokus pada bagian perut. Melakukan rangkaian tes pendukung, mulai dari tes darah untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi, tes urine, USG perut, CT Scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk memperjelas citra organ tubuh, serta rangkaian tes lainnya untuk menguatkan diagnosa.
Upaya Pencegahan Penyakit Usus Buntu
Mengupayakan agar terhindar dari Penyakit Usus Buntu adalah cara mencintai diri sendiri dalam rangka menjaga amanah tubuh ini untuk tetap difungsikan dengan baik.
Berikut upaya yang dapat dilakukan:
- Minum air putih yang cukup.
- Makan buah dan sayur sebagai sumber serat.
- Memvariasikan makanan dengan makanan yang mengandung probiotik.
- Usahakan buang air besar dengan teratur.

Pengobatan kondisi usus buntu yang meradang sangat bervariasi, dalam proses pengobatannya pun juga melakukan berbagai metode sesuai tingkat keparahannya. Salah satunya adalah operasi pengangkatan usus buntu. Baik melalui metode Laparoskopi atau Laparostomi.
Laparoskopi teknik operasi dengan sayatan kecil sedangkan Laparotomi operasi dengan sayatan pada perut bagian kanan bawah yang lebih panjang sekitar 10 cm. Bahkan melalui teknik dan beberapa tahap operasi lainnya jika usus buntu dalam kondisi keparahan tertentu. Setelah operasi, pasien tentunya diimbau untuk tidak melakukan aktivitas berat selama masa pemulihan.
Jangan beralasan lagi malas makan sayur dan buah ya, apalagi jarang minum air putih. Hal semudah makan dan minuim ini ternyata dapat menyebabkan usus buntu. Buang jauh-jauh missed information tentang biji cabai si penyebab usus buntu, karena hal itu belum pasti.
Sekali lagi jaga pola makan sehat berserat dan imbangin dengan minum air putih yang cukup.
Hal tersebut dapat menjadi obat murah yang manjur.
Dasuciana
Sumber :
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1552/usus-buntu





