Bersepeda Sambil Bernostalgia di Ciumbuleuit, Bandung
Ciumbuleuit Dulu dan Kini Tahun 1977 Pelatihan Pers Mahasiswa Tahun 2025 Gowes4change
Perjalanan penuh kenangan ini adalah kisah yang ditulis langsung oleh Dr Abidinsyah Siregar selaku Penasehat KOSEINDO. Kegiatan yang telah berlangsung pada awal bulan Mei 2025 ini, tidak habis dikisahkan, karena memang seru dan menarik. Terlebih seperti De Javu bagi Dr Abidin mengenang kegiatan 48 tahun silam. Berikut kisah Dr Abidin saat mengikuti kegiatan bersepeda yang diselenggarakan KOSEINDO (Komunitas Sehat Indonesia) kerjasama dengan KABAR (Komunitas Indonesia Bebas Tar) di Ciumbuleuit, Bandung yang seru untuk disimak.
Kanal-Kesehatan.com -Dalam perjalanan menuju Bandung, untuk mengikut kegiatan “Gowes4Change” yang dalam suasana nyaman Kereta Api Cepat (KAC) Whoosh menuju Bandung, fikiran melayang ke 48 tahun yang lalu, yakni pada tahun 1977.
Pengalaman pertama melakukan perjalanan jauh dari Medan pada sekitar Juni tahun 1977 sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FK USU ditugaskan Ketua Umum HMI Cabang Medan Dr.Harmon Mawardi mengikuti Pelatihan Pers Mahasiswa di Wisma Depsos Ciumbuleuit, tak jauh dari kampus Universitas Parahiyangan, Bandung.
Dari bandara Polonia Medan terbang naik pesawat Elektra pesawat berbaling-baling ganda milik Garuda Indonesia Airways (GIA), yang kala itu mendarat di Bandara Kemayoran, Jakarta. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan naik Taksi 4848 langsung menuju ke tempat kegiatan di Bandung.
Beberapa hari, setiap pagi kita peserta dari bbg Cabang HMI menunggu matahari terbit baru berani mandi. Sebab udaranya dingin sekali, berkabut dan terasa sejuk.
Serunya menaiki KAC Whoosh yang merupakan kereta api super cepat satu-satunya di Indonesia, dengan kecepatan sampai 350 Km/jam, ternyata hanya menghabiskan waktu sekitar 45 menit saja sudah membawa saya tiba di Padalarang, bahkan sampai-sampai tidak sempat tidur. Perjalanan kemudian dialnjutkan dengan KA feeder ke Stasion Bandung.
Malam harinya, asyik berkumpul di Wisma Pandawa dengan kawan-kawan pegowes lainnya menikmati makan malam, bandrek dan hiburan. Baru kemudian pada minggu pagi 4 Mei 2025 diawali subuhan bersama di Masjid dekat Wisma Pandawa, pegowes dengan sepeda masing² menuju titik kumpul di RSAU Dr.M.Salamun.

Sekitar 100 pegowes dari 14 klub gowes se kota Bandung ikutan berseragam KOSEINDO (Komunitas Sehat Indonesia) kerjasama dengan KABAR (Komunitas Indonesia Bebas Tar). Dilepas Ketua Umum PP KOSEINDO Brigjen TNI (Purn) DR. Dr.Supryantoro, Sp.P, MARS (mantan Sekjen Kemenkes RI) bersama Sekjen KOSEINDO Laksma TNI (Purn) Dr.Jati.
Perjalanan menuruni Ciumbuleuit terasa nikmat nyaris tak mengayuh, memasuki Cihampelas, Gedung Sate sembari foto session dulu, lanjut ke Dago dan kembali ke Ciumbuleuit, yang tentunya jalan naik dan naik.
Beberapa pegowes sudah berusaha mengayuh, namun “ingat pesan guru, jangan memaksa”, maka selang-seling jalan mendorong sepedanya (termasuk saya), lanjut gowes lagi hingga ke RSAU Dr. M. Salamun dan menikmati makanan ringan.
Acara seremonial dilanjut Seminar Kesehatan “PHBS dan Aktifitas Fisik” dengan pembicara yang sangat menarik DR. Dr.Andini (Dosen FKM Unpad) dan DR.Dr.Andika,Sp.KO (Konsultan KONI). Ada catatan menarik dari DR. Andini yang melihat pergeseran sekaligus tantangan PHBS menjadi SAMAWA yang merupakan singkatan dari “Sama² Maen We-A atau WhatsApp”
——–
TERIMAKASIH
Terimakasih untuk Penyelenggara PP KOSEINDO kjsm dengan KABAR dan tuan rumah RSAU Dr.M.Salamun, Bandung.
Terimakasih khusus kepada Pak Ketum Brigjen TNI (Purn) DR.Dr. Supriyantoro, Sp.P,MARS yang semangat dan akan memperluas jaringan KOSEINDO ke banyak Kota di Indonesia.
Dan tentu Terimakasih kepada Ketua Panitia Pak Asno yang juga sukses menyediakan banyak Lucky draw.
CATATAN
Kini Sudah Tiada
1.Bandara Polonia, Medan. (Kini diganti Kualanamu, 20an Km dari pusat kota Medan).
2.Bandara Kemayoran (dekat rumah saya) sudah jadi Kompleks Kemayoran dengan banyak fungsi. Pindah mjd bandara Soekarno-Hatta, sekitar 30 Km dari pusat kota Jakarta
3.Pesawat Elektra (pakai baling² ganda kiri-kanan)
4.Maskapai GIA (Garuda Indonesia Airways dengan warna Merah/Orens). Sekarang GA Garuda Indonesia, Warnanya biru).
5.Taksi 4848 (khabar dari pemilik pak Dadang, rekan IKAL Lemhannas ada Musium nya di sekitar Bandung)
6.Wisma Depsos (GPS menulis Tutup Permanen).
Kini Punya Hal Baru
1.KAC Whoosh, Jakarta-Bandung 45 menit dg kecepatan hingga 350 Km/Jam. (Tidak beda dengan KAC Nanjing-Shanghai yang pernah dinikmati tahun 2012, jika kendaraan di Toll 3 jam, dg KAC 1 jam).
2.Lalulintas Bandung nyaris macet disemua jalan utama. Terutama perlu jadi perhatian di Gerbang masuk Pasteur. (Melihat tatakota dan ukuran jalan, kota Bandung dulunya dipersiapkan sbg kota domisili dan pendidikan).
3.Senang melihat semangat berolahraga masyarakat Bandung, ramai dibbg jalan dan taman, apalagi di Gasibu.
4.Tentu banyak lagi (sayang waktu terbatas).
Senang bertemu banyak wajah baru, ramah dan simpatik, wajah pelayan kesehatan yang tangguh..
Sampai jumpa di event gowes berikut..
Healthy,Happy,Friendly&Fun🚴
KA Bdg-Jkt, 040525
Penulis : Dr Abidin (Penasehat KOSEINDO)





