Keprihatinan : Indonesia Pengguna Judi Online Tertinggi
Penulis : Dr.Abidinsyah Siregar, DHSM,MBA,MKes *) Wibawa Seroja Nugraha, PPRA 41/2008 Observer Kesehatan (OBKESINDO)
Hilangnya Nilai Kesejatian Manusia, Diawali Rapuhnya Ketahanan Keluarga dan Mengancam Ketahanan Nasional
Kanal-kesehatan.com – Judi adalah kata yang jamak dikenal dalam keluarga dan masyarakat. Tiap keluarga sejak dini anak-beranak sudah diwarisi hal-hal baik yang baik diamalkan dan hal-hal buruk yang harus dihindari.
Hal buruk yang paling dilarang seperti durhaka kepada Ayah dan Bunda, berbuat jahat dan curang pada sesama dan teman, mencuri barang orang lain, merokok dan minum alkohol diusia dini, bermain judi dan banyak lagi yang intinya agar dari keluarga itu tumbuh generasi Tangguh dan Berguna serta Berakhlak mulia.
Ketika muncul khabar peningkatan tajam pengguna Narkoba serta bermain judi pada semua komunitas, tak hanya orang dewasa Laki maupun Perempuan, ayah atau ibu atau bersama-sama, juga terjadi pada usia muda dan anak sekolah.
Terjadi pula peningkatan penyakit baru yang meluas seperti Adiksi (ketergantungan) untuk terus bermain judi atau menggunakan narkoba yang berakibat gangguan mental/jiwa, penyakit menular HIV/Aids yang meluas karena penggunaan Narkoba suntik bersama dari orang yang sudah memiliki Virus HIV yang diikuti Kanker Paru dan Kanker Kulit, serta hilangnya imunitas.
Bahkan pada beberapa kasus dilaporkan viral adanya pembunuhan dan bunuh diri dalam keluarga.
Aktifitas taruhan dengan menggunakan objek apapun yang sifatnya tebak- menebak atau memainkan pertarungan atau pertandingan yang diasosiasikan kedalam tebak-menebak kalah-menang-seri, maka jatuhlah ia pada sifat perjudian dan disebut sebagai main judi.
Permainan Judi tumbuh karena banyak orang dari berbagai status sosial mengimpikan jalan instan untuk memperoleh uang dengan lebih cepat. Impi
ini dibaca dengan cerdik oleh penyedia perjudian sebagai peluang bisnis yang sangat menguntungkan.
Bayangkan setiap sesi permainan, berapapun yang bermain judi dan berapapun nilai yang dijudikan, tetapi tetap satu orang yang menang. Dan dalam dunia judi dikenal trik untuk menang, maka penyedia mesti menang, yang membuat bisnis judi tumbuh subur
Pernah pada zamannya, di Indonesia marak perjudian, ada Kasino, KIM, Toto- Gelap, bermain Kartu dan banyak lagi. Namun melihat efek buruk yang juga meluas, terjadi Gerakan Masyarakat menolak yang diikuti penertiban secara luas dan hingga kini bentuk perjudian “terbuka” tersebut relatif sudah bersih. Perjudian kini tersebunyi.
Judi Online Menjangkau Empat Juta Orang Indonesia
Era 4.0 yang ditandai dengan Internet of things, menimbulkan Disrupsi diberbagai aspek, selain mendorong pencerdasan namun juga “the devil” mendapat inspirasi untuk membangun kejahilannya.
Judi Online salah satunya, bahkan menjadi fenomena baru yang sangat mencengangkan. Dengan kemajuan teknologi dan akses internet yang semakin mudah, banyak orang kini memilih untuk berjudi secara online daripada pergi ke kasino fisik.
Pengalaman “keingintahuan” penulis suatu ketika berkesempatan melihat-lihat Kasino di Genting Highland Kuala Lumpur, Malaysia dan Kasino di suatu Hotel di kota Auckland, Selandia Baru. Ditempat nan luas megah dan berbinar cahaya, penuh gairah, terlihat nyata siapa main apa, taruhan berapa, rugi berapa.
Judi Online tak lagi butuh tempat, pemainnya tak kelihatan, Pemain dapat berjudi kapan saja, tanpa harus memikirkan jam buka atau tutupnya kasino. Selain akses yang mudah, judi online juga menawarkan banyak jenis permainan mulai dari permainan kartu seperti poker, blackjack, hingga mesin slot dan roulette, semua dapat dimainkan secara online.
Dari laman Podcast Jumatan PPATK edisi 29 Juli 2024 disebutkan Indonesia menjadi negara tertinggi pengguna judi online. Tercatat pemain judi online di Indonesia sebanyak 4.000.000 orang. Pemain judi online, tidak hanya berasal
usia dewasa tetapi juga anak-anak. Usia di bawah 10 tahun mencapai 2% dari pemain, dengan total 80.000 orang. Sebaran pemain antara usia antara 10 – 20 tahun sebanyak 11% atau kurang lebih 440.000 orang. Usia 21 – 30 tahun 13% atau 520.000 orang. Usia 30 – 50 tahun sebesar 40% atau 1.640.000 orang dan usia di atas 50 tahun sebanyak 34% dengan jumlah 1.350.000 orang.
Dampaknya dalam Keluarga, Pekerjaan dan Kesehatan
Menurut sosiolog Universitas Airlangga (Unair), Ratna Azis Prasetyo,S.Sosio, M.Sosio, maraknya judi di Indonesia diantaranya akibat kemiskinan dan gaya hidup. Kemiskinan yang berharap mendapat keuntungan. Gaya Hidup yang merasa uang mudah didapat dan tak rugi jika kalah judi. Kedua-duanya berlatar ketidaktahuan dan tidak bertanggungjawab terhadap diri dan harta/uang yang dimiliki. Keduanya akan melahirkan perilaku curang, korup, kejahatan, perceraian, penelantaran, dan bahkan pembunuhan.
Perilaku buruk tersebut akan berlanjut pada kondisi yang dapat membuat sang pemain, baik si menang (yang sebenarnya kalah karena lebih sering kalah judi) dan apalagi si kalah, akan mengalami kebangkrutan moral yang diikuti dengan gangguan mental, kemiskinan dan maraknya kejahatan.
Sosiolog Ratna menambahkan, “seseorang yang berada dalam lingkungan atau pergaulan yang dekat dengan kejahatan, potensial baginya untuk jatuh larut pada perilaku kejahatan”.
Semua prilaku buruk tersebut semakin memburuk karena Judi sama seperti Alkohol, Tuak, Rokok menimbulkan kecanduan. Kecanduan judi yang juga disebut gambling addiction dan berlanjut menjadi gambling disorder, menyebabkan terjadi gangguan Kesehatan dan sakit gangguan mental.
Jika Judi Online ini tidak segera dihentikan, maka terlihat dampaknya yang sangat besar terhadap kerusakan Generasi Muda, penurunan kinerja dan peningkatan kecurangan pada pekerja, Korupsi diberbagai profesi formal maupun informal, hingga hancurnya Rumah Tangga sebagai sel inti Bangsa
Ketahanan Nasional dalam Ancaman
Sebagai mana kita ketahui bahwa Ketahanan Nasional Indonesia merupakan situasi kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi ketangguhan nasional dan keuletan yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang sudah terintegrasi, yaitu kesatuan yang menyeluruh dalam kehidupan nasional dalam menghadapi dan juga mengatasi segala macam tantangan dan juga ancaman, gangguan serta hambatan baik yang berasal dari luar ataupun dari dalam negeri, baik dari unsur sosial ataupun alamiah, entah itu bersifat potensial ataupun fungsional.
Judi Online, jelas suatu ancaman yang boleh jadi datang dari dalam negeri atau dari luar negeri, yang terbukti sudah menjangkau jutaan manusia Indonesia dan asetnya yang meliputi uang dan nilai kesejatiannya sebagai manusia.
Sebagai manusia Pancasila yang Berketuhanan yang Maha Esa yang berkehendak mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka kewajiban kita bersama, Pemerintah dan Masyarakat serta Keluarga Indonesia mencegah maraknya Judi Online, serta membangun jiwa-jiwa baru dengan visi Asta-Cita Pemerintahan Presiden Prabowo untuk membangun manusia Indonesia yang Mandiri dan berKetahanan Keluarga sekaligus Ketahanan Nasional sebagai modalitas mewujudkan era Indonesia Emas tahun 2045.
Selamatkan Manusia Indonesia Melalui Pembangunan Keluarga.
Jakarta-Sunterjaya, 28 Januari 202
Dr.H.Abidinsyah Siregar, DHSM,MBA,MKes
*) Ketua Umum BPP Observasi Kesehatan Indonesia (OBKESINDO) atau Indonesia Health Observer (IHO) yang berkomitmen sebagai mitra strategis yang mendorong Implementasi berbuah OUTCOME. Purnabakti Kemenkes/BKKBN, Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes (2017-2022)/Deputi BKKBN (2013- 2017)/ Komisioner KPHI (2013-2019)/ Direktur Kestradkom Kemenkes (2011-2013)/ Sekretaris Inspektorat Jenderal Depkes (2010-2011)/ Kepala Pusat Promkes Depkes (2008-2010)/ Sekretaris KKI (2005-2008)/Kabag TataUsaha Dinkes Provinsi Sum.Utara (2003-2005), Kadiskes Kab Simalungun (1997-2000 dan Kadiskes Kab Lab.Batu (1094-1996), Kasi Kanwil Depkes Prov.SumUtara (1987-1994), Puskesmas Kec.Sidikalang, Kab.Dairi, Sumut (1984-1986).
Ketua Umum PP PDHMI, Wakorbid DPP IKAL-Lemhannas, Sekjen PP IPHI, Ketua Bidang Kesehatan PP DMI, Dewan Etik MN Kahmi, Penasehat IKAL FKUSU-Jakarta, Penasehat Perkumpulan Komunitas Gowes Sehat Indonesia (KOSEINDO), Pembicara Tetap Radiotalks Sehatselaras SmartFM, Pengasuh mediasosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com., Dewan Penyantun STIKES Husada Ria Pembangunan Jakarta, IIK Bhakti Wiyata Kediri, Jawa Timur. Pengajar tidak tetap pada beberapa PT/Universitas bidang Kesehatan Masyarakat.





