Meningkatkan Kesehatan Lansia dengan Tradisi “Botram”
Kanal-Kesehatan.com – Kesepian atau Loneliness merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendapatkan banyak perhatian pada masyarakat modern. Fenomena ini juga lazim terjadi pada lansia. Data lansia kesepian berbeda-beda untuk setiap negara. Penelitian yang dilakukan pada 1360 orang lansia di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 64%-nya mengalami kondisi kesepian. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan data yang didapatkan dari penelitian di negara lain. Penelitian di Malaysia sekitar 39,9% dari 380 lansia mengalami kesepian secara emosional. Di Amerika serikat prevalensi kesepian pada lansia terjadi pada 26,2% kelompok imigran cina, 44% pada populasi lainnya dan 44% pada lansia veteran.

Kesepian yang semakin berat akan menyebabkan gangguan kesehatan baik fisik maupun psikologis. Foto : Pexels
Kondisi kesepian ini jika dibiarkan terus menerus dan semakin berat akan menyebabkan gangguan kesehatan baik fisik maupun psikologis. Sebuah telaah sistematik menunjukkan bahwa kesepian secara signifikan berhubungan dengan penyakit jantung, hipertensi, stroke dan penyakit paru. Selain itu kesepian juga dihubungkan dengan penurunan fungsi secara fisik, kognitif, gangguan tidur, kecemasan, depresi dan kematian. Penelitian metaanalisis menunjukkan bahwa kondisi kesepian pada seluruh grup usia meningkatkan risiko kematian sampai dengan 26%. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah kesepian pada lansia akan menimbulkan biaya yang tinggi berkaitan dengan sumber daya perawatan sosial dan pengobatan penyakit yang berhubungan.
Kesepian merupakan emosi negatif yang biasanya timbul akibat buruknya hubungan dari jejaring sosial seperti anggota keluarga, teman atau komunitas. Di wilayah Asia Tenggara juga dikaitkan dengan kultur tabu dan lansia tidak dapat bebas mengungkapkan perasaan kesepiannya. Sebuah kondisi unik terekam pada penelitian yang dilakukan di Kendari yang menunjukkan bahwa lansia yang tinggal sendiri ternyata tidak lebih kesepian dibandingkan dengan mereka yang tinggal bersama keluarga. Hal ini tentu saja bertentangan dengan pendapat umum dan penelitian di berbagai tempat lainnya. Penjelasan yang mungkin adalah lansia di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya komunitasnya.
Di Sulawesi Tenggara tempat penelitian ini dilakukan para tetangga biasanya secara teratur mengunjungi lansia yang tinggal sendiri untuk memberikan bantuan pada setiap acara keagamaan dan pertemuan keluarga. Budaya seperti ini mungkin membantu lansia yang tinggal sendiri untuk tetap merasa dihargai, dapat mengungkapkan kekhawatirannya, dan tidak terisolasi. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa hidup sendiri dan kesepian merupakan konsep yang berbeda. Meski tinggal bersama keluarganya, lansia dapat merasa sangat kesepian jika anggota keluarga tidak menyadari dan kurang memberikan perhatian terhadap perasaan tersebut.
Botram, Tradisi yang bisa jadi solusi
Dalam kehidupan yang terus berubah dan modern, kita sering kali cenderung melupakan nilai-nilai tradisional yang telah membentuk dan memperkaya budaya kita selama berabad-abad. Salah satunya tradisi botram, sebuah praktik yang kaya akan makna sosial dan kesehatan, terutama bagi lansia.

Botram adalah kegiatan ini sangat menyenangkan, meski menu makanannya sederhana dan alakadarnya. Foto : Dok LPQ Arrahman
Botram merupakan istilah yang lazim digunakan di suku Sunda di Jawa Barat. Merupakan sebuah kegiatan makan bersama dalam suasana informal bersama keluarga, tetangga, teman atau dalam sebuah komunitas. Konsep makan bersama ini sebetulnya merupakan bagian penting dari budaya di banyak masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tradisi ini sering dilakukan dalam acara keluarga, perayaan, atau pertemuan komunitas, dan sering kali menampilkan hidangan lezat dan berlimpah yang disantap bersama oleh para tamu. Namun, dalam konsep botram suasana yang dibangun lebih bersifat rekreasional dengan menu makanan yang khas dengan tradisi sunda sehingga bukan berlimpah makanan dan kemewahannya yang membuat anggota kelompok terhibur namun kebersamaan, saling interaksi positif dan makanan tradisional yang mengikat memori baik yang menjadikan kegiatan ini sangat menyenangkan, bahkan jika makanan yang dihidangkan sangat sederhana dan dalam jumlah secukupnya.
Namun, apa hubungannya botram dengan kesehatan lansia? Mengapa tradisi ini begitu penting untuk diperhatikan dan dipelihara? Mari kita eksplorasi lebih lanjut.
Kondisi kesepian dan isolasi sosial sering terjadi karena kehilangan pasangan hidup, teman-teman, atau anggota keluarga. Kemampuan untuk menjaga koneksi dan keterlibatan sosial akan mengurangi risiko kesepian dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Hal ini akan sangat mendukung kesehatan mental dan emosional yang merupakan kunci kesehatan dan kesejahteraan lansia.
Botram dapat memberikan kesempatan berharga bagi lansia untuk terhubung kembali dengan komunitas mereka, berbagi cerita dan pengalaman, merasa diakui dan dihargai. Hal ini akan membantu membangun hubungan sosial yang kuat dan berkelanjutan di antara lansia dan anggota komunitasnya. Berbagi waktu bersama-sama dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan memberikan dorongan emosional yang kuat bagi lansia. Menciptakan lingkungan yang hangat dan inklusif sehingga lansia dapat merasa didukung dan dicintai oleh teman dan keluarga. Berbagi waktu, ruang dan kisah dengan teman dan keluarga dapat memperkuat ikatan interpersonal, merayakan persahabatan dan kebersamaan.
Tradisi ini juga dapat merupakan kesempatan untuk melakukan stimulasi kognitif bagi lansia. Percakapan yang hidup dapat melibatkan lansia dalam diskusi berbagai topik, memperluas wawasan dan menjaga kecerdasannya. Kesempatan ini juga bisa dimafaatkan lansia untuk berbagi kenangan, kisah hidup dan pesan-pesan bijak untuk generasi selanjutnya, yang akan menyalurkan kebutuhan lansia untuk menyalurkan pesan-pesan meneruskan budaya, nilai-nilai dan tradisi baik untuk penerusnya. Selain itu dapat memberikan kesempatan menciptakan kenangan yang berharga bagi lansia, keluarga mereka dan komunitasnya. Momen-momen kebersamaan dengan canda tawa dan cerita-cerita yang dibagikan, akan selalu diingat dan dihargai. Botram dapat menjadi tradisi yang berharga untuk membangun kenangan yang akan dikenang selamanya.
Mendorong Aktivitas dan Pola Makan Sehat
Lansia biasanya mempunyai masalah dalam memenuhi asupan harian yang disarankan karena adanya penurunan fungsi organ yang berkaitan dengan saluran pencernaan. Selain itu berkurangnya sensasi indera pengecap dapat mengakibatkan penurunan selera makan pada lansia. Kondisi ini membuat lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami malnutrisi.

Botram dapat membantu meningkatkan nafsu makan lansia juga membantu lansia untuk mencoba beraneka ragam makanan sesuai dengan anjuran. Foto : Pexels
Makan bersama-sama dalam botram dapat membantu meningkatkan nafsu makan lansia juga membantu lansia untuk mencoba beraneka ragam makanan sesuai dengan anjuran. Dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang dan bervariasi, lansia dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka, menjaga energi, dan memperpanjang masa hidup yang berkualitas.
Botram biasanya dilakukan luar ruangan, di halaman rumah, saung di sekitar sawah atau tempat-tempat terbuka lainnya. Ini akan memberikan kesempatan bagi lansia untuk bergerak dan terpapar sinar matahari. Penelitian pada lansia Swedia selatan yang tinggal di panti jompo menunjukkan bahwa paparan sinar matahari secara langsung selain meningkatkan kadar vitamin D juga memberikan manfaat terhadap kesehatan mental para lansia. Penelitian di Turki menunjukkan bahwa paparan sinar matahari juga memperbaiki kualitas tidur lansia. Seperti diketahui bahwa tidur dalam jumlah dan kualitas yang cukup akan sangat bermanfaat bagi sistem imun.
Secara keseluruhan, kita dapat memanfaatkan tradisi botram lebih dari sekadar tradisi makan bersama. Tradisi ini dapat dijadikan sebagai upaya perayaan kebersamaan, solidaritas, dan budaya yang membawa manfaat yang luas bagi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Botram bisa kita maknai tidak hanya mengenai makan dan makanan, tetapi juga tentang membangun komunitas yang peduli dan inklusif. Meningkatkan kesehatan lansia bukan hanya tentang memberikan perawatan medis yang tepat, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan sosial dan budaya yang mendukung, penuh kasih, dan inklusif bagi lansia.

Penulis: Dr. Ginna Megawati,dr., M.Kes
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran





